Detail Berita

Keikhlasan Dalam Ibadah

BOJONEGORO — Jamaah Masjid Agung Darussalam mengikuti kajian keislaman yang menekankan pentingnya rasa syukur, kecintaan pada Al-Qur’an, serta keikhlasan dalam beribadah. Kajian tersebut mengajak jamaah untuk mengisi kehidupan dengan amal-amal sederhana namun istiqamah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, Ahad (14/12/2025).

Kuliah Shubuh

BOJONEGORO — Jamaah Masjid Agung Darussalam mengikuti kajian keislaman yang menekankan pentingnya rasa syukur, kecintaan pada Al-Qur’an, serta keikhlasan dalam beribadah. Kajian tersebut mengajak jamaah untuk mengisi kehidupan dengan amal-amal sederhana namun istiqamah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, Ahad (14/12/2025).

Dalam pemaparannya, Ustadz Kholil mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat Allah SWT, yang sering kali luput dari perhatian manusia. Ungkapan alhamdulillahirabbil ‘alamin, menurutnya, menjadi representasi rasa syukur atas seluruh karunia yang tidak terhitung jumlahnya.

Selain itu, jamaah diajak memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan sekaligus pelaksanaan perintah Allah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an. Salawat, kata pemateri, bukan semata-mata untuk mengharap syafaat di akhirat, tetapi juga bagian dari ketaatan kepada perintah Allah SWT.

Kajian juga mengulas kemudahan Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam. Meskipun diturunkan dalam bahasa Arab, Al-Qur’an dapat dibaca dan dipelajari oleh umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk mereka yang bukan penutur bahasa Arab. Hal tersebut, menurut Ustadz Kholil, merupakan salah satu mukjizat Al-Qur’an sebagai kitab akhir zaman.

Ustadz Kholil menegaskan pentingnya belajar dan menimba ilmu agama. Jamaah yang berangkat dari rumah dengan niat salat berjamaah dan mencari ilmu, kata dia, dicatat berada di jalan Allah (fisabilillah) hingga kembali ke rumah. Karena itu, niat yang lurus dan kesungguhan dalam menuntut ilmu menjadi bagian penting dari ibadah.

Dalam kajian tersebut, jamaah juga diajak membiasakan zikir sederhana seperti membaca tasbih, tahmid, dan takbir. Amalan ini dinilai mudah dilakukan namun memiliki keutamaan besar apabila dilandasi niat menjalankan perintah Allah, bukan semata-mata mengejar hitungan pahala.

Ustadz Kholil menekankan bahwa keikhlasan dalam beribadah menjadi kunci utama. Menurutnya, ketaatan kepada Allah SWT akan berbuah kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat, meskipun hasilnya tidak selalu langsung dirasakan dalam kehidupan duniawi.

Kajian ditutup dengan ajakan untuk menjadikan sisa umur sebagai ladang amal demi meraih ridha Allah SWT. Jamaah diingatkan agar senantiasa menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan harapan akan kebahagiaan hakiki di akhirat.