Detail Berita

Kesalahan dalam Bersedekah

Bojonegoro – Dalam lanjutan kajian Shubuh di Masjid Agung Darussalam, H. Suwito menyoroti sejumlah kekeliruan yang kerap terjadi dalam praktik sedekah di tengah masyarakat. Jamaah diingatkan agar ibadah sedekah dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai tuntunan syariat agar tidak kehilangan pahala, Senin (2/3/2026).

Kuliah Shubuh

Bojonegoro – Dalam lanjutan kajian Shubuh di Masjid Agung Darussalam, H. Suwito menyoroti sejumlah kekeliruan yang kerap terjadi dalam praktik sedekah di tengah masyarakat. Jamaah diingatkan agar ibadah sedekah dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai tuntunan syariat agar tidak kehilangan pahala, Senin (2/3/2026).

Salah satu hal yang ditekankan adalah larangan bersedekah dengan niat pamer atau mencari perhatian. Sedekah yang disertai ucapan tidak baik atau bertujuan untuk mendapatkan pujian manusia, ditegaskan tidak akan bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Bersedekah itu bukan untuk riya’ atau mencari pengakuan. Jika niatnya tidak lurus, maka tidak akan mendapatkan ganjaran dari Allah,” ujarnya.

Poin kedua yang disampaikan adalah larangan bersedekah dari harta yang haram. Keharaman tersebut bisa berasal dari cara memperolehnya, seperti hasil mencuri atau korupsi, maupun dari zatnya, seperti makanan dan minuman yang diharamkan. Memberikan harta semacam itu kepada orang lain tidak akan mendatangkan kebaikan, bahkan justru dapat mendatangkan dosa.

Selanjutnya, H. Suwito mengingatkan agar tidak mengungkit-ungkit pemberian. Kebiasaan menyebut-nyebut kembali bantuan yang pernah diberikan, seperti biaya pendidikan atau bantuan lainnya, dinilai dapat menghapus pahala sedekah. Dalam Islam, pemberian sebaiknya dilakukan dengan ikhlas dan tidak diumumkan secara berlebihan sehingga menimbulkan fitnah atau menyakiti hati penerima.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah jangan sampai sedekah berlebihan membuat keluarga inti terabaikan. Islam mengajarkan keseimbangan, sehingga kebutuhan keluarga tetap harus diprioritaskan sebelum membantu pihak lain.

Selain itu, H. Suwito menegaskan bahwa sedekah tidak boleh diberikan untuk mendukung kemaksiatan, seperti berjudi, membeli minuman keras, atau perbuatan zina. Bantuan yang mengarah pada perbuatan dosa justru tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.

Di akhir kajian, jamaah diajak untuk terus berdoa agar diberikan kekuatan iman dan kesehatan lahir batin, sehingga dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah Ramadhan dengan baik. Harapan juga dipanjatkan agar seluruh jamaah dipertemukan kembali dengan Ramadhan pada tahun mendatang.