Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Berdoa
Kajian rutin setelah Shalat Shubuh di Masjid Agung Darussalam kembali digelar dengan penuh khidmat pada Jumat pagi. Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi tersebut membahas pentingnya adab dalam berdoa serta hakikat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, Jum’at (15/5/2026).
Kajian
rutin setelah Shalat Shubuh di Masjid Agung
Darussalam kembali digelar dengan penuh khidmat pada Jumat pagi. Kajian
yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi
tersebut membahas pentingnya adab dalam berdoa serta hakikat hubungan seorang
hamba dengan Allah SWT, Jum’at (15/5/2026).
Dalam kajian kitab Al-Hikam karya
Imam Ahmad bin Abdullah As-Sakandari, jamaah diajak memahami bahwa inti dari
tasawuf adalah adab atau tata krama kepada Allah SWT. Ustadz Ahmad Rifki Azmi
menjelaskan bahwa seorang hamba tidak seharusnya merasa berhak atas apa yang
diminta hanya karena merasa sudah banyak beribadah atau melakukan tirakat.
Menurutnya, doa yang disertai rasa
“berhak” justru dapat menggeser posisi seorang hamba dari maqam ubudiyah menuju
sikap seolah-olah sedang “bertransaksi” dengan Allah SWT. Ia menegaskan bahwa
ibadah sejatinya merupakan kewajiban seorang hamba, bukan alat untuk menuntut
balasan tertentu dari Tuhan.
Selain itu, jamaah juga diingatkan
agar tidak menjadikan urusan dunia sebagai tujuan utama dalam berdoa. Jika
seseorang memohon rezeki, anak, atau kemudahan hidup, maka semua itu seharusnya
diniatkan sebagai sarana untuk semakin dekat kepada Allah SWT dan memperkuat
ibadah, bukan semata demi kepentingan duniawi.
Dalam tauisyahnya, Ustadz Ahmad
Rifki Azmi juga menjelaskan bahwa tertundanya doa bukan berarti Allah SWT tidak
mengabulkan permintaan hamba-Nya. Penundaan itu bisa jadi merupakan bentuk
kasih sayang Allah karena sesuatu yang diminta belum tentu baik jika diberikan
saat ini.
Ia pun mengajak jamaah untuk terus
memperbaiki kualitas ibadah, terutama shalat dan doa, agar tidak sekadar
menjadi rutinitas atau hafalan lisan semata. Menurutnya, doa yang baik adalah
doa yang menghadirkan rasa fakir di hadapan Allah SWT serta disertai hati yang
bersih dari riya, hawa nafsu, dan kepentingan pribadi.
Kajian ditutup dengan doa bersama dan ajakan agar jamaah senantiasa meningkatkan adab lahir maupun batin dalam beribadah, sehingga hubungan dengan Allah SWT semakin dekat dan penuh keikhlasan.
