Keutamaan Ibadah Haji
Kajian rutin setelah salat Subuh di Masjid Agung Darussalam kembali dipenuhi jamaah. Dalam tausiyahnya, KH. Hilmi Al Jumadi menyampaikan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT serta mempersiapkan diri menyambut bulan-bulan mulia dalam Islam, khususnya menjelang bulan Dzulhijjah, Ahad (3/5/2026).
Kajian
rutin setelah salat Subuh di Masjid Agung
Darussalam kembali dipenuhi jamaah. Dalam tausiyahnya, KH. Hilmi Al
Jumadi menyampaikan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT serta mempersiapkan
diri menyambut bulan-bulan mulia dalam Islam, khususnya menjelang bulan
Dzulhijjah, Ahad (3/5/2026).
Mengawali tausiyahnya, KH. Hilmi Al
Jumadi mengajak jamaah untuk selalu bersyukur karena masih diberikan kesehatan
dan kesempatan menjalankan ibadah berjamaah di masjid. Beliau menegaskan bahwa
rasa syukur merupakan bentuk penghambaan seorang muslim kepada Allah SWT.
Dalam kajian tersebut, beliau
menjelaskan tentang siklus ibadah dalam Islam yang terus berputar sepanjang
tahun, mulai dari Rajab, Syaban, Ramadan hingga Dzulhijjah. Menurutnya, bulan
Dzulqa’dah dan Dzulhijjah termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT dan menjadi
momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah.
KH. Hilmi Al Jumadi juga
menyinggung firman Allah SWT dalam Surah Al-Fajr tentang keutamaan waktu Shubuh
dan sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Beliau menyebut waktu Subuh sebagai
waktu penuh keberkahan, ketika udara masih segar dan pikiran manusia lebih
jernih untuk beribadah maupun menuntut ilmu agama.
Selain membahas keutamaan bulan
mulia, beliau turut menjelaskan sejarah ibadah haji yang berkaitan dengan Nabi
Ibrahim AS dan Ka’bah. Menurutnya, panggilan menunaikan ibadah haji merupakan
panggilan Allah melalui Nabi Ibrahim kepada seluruh umat manusia yang beriman.
“Kalau sudah ada niat untuk
berhaji, itu sudah menjadi bagian dari panggilan Allah,” tutur beliau di
hadapan jamaah. Beliau juga mengingatkan agar umat Islam terus berikhtiar dan
tidak berkecil hati meskipun harus menunggu antrean keberangkatan haji yang
panjang.
Dalam kesempatan tersebut, KH.
Hilmi Al Jumadi menekankan pentingnya menjaga shalat sebagai tiang agama.
Beliau mengingatkan bahwa salat merupakan amal pertama yang akan dihisab di
akhirat kelak. Karena itu, umat Islam diminta untuk menjaga salat tepat waktu dalam
kondisi apa pun.
Beliau juga mengajak jamaah untuk
memperbanyak amal saleh, berbagi manfaat kepada sesama, dan terus memperbaiki
kualitas ibadah agar memperoleh husnul khatimah di akhir kehidupan.
Kajian Subuh berlangsung dengan khidmat dan diakhiri doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, serta keberkahan hidup seluruh jamaah dan calon jamaah haji.
