Keutamaan Membantu Sesama Muslim
Bojonegoro – Kajian Kitab Riyadhus Sholihin kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kajian tersebut disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi dan diikuti jamaah yang hadir untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam, khususnya mengenai keutamaan membantu sesama muslim.
Bojonegoro – Kajian Kitab Riyadhus Sholihin kembali digelar di
Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kajian tersebut
disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi dan diikuti jamaah yang hadir untuk
memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam, khususnya mengenai keutamaan
membantu sesama muslim.
Dalam
pembukaan kajian, Ustadz Ahmad Rifki Azmi mengajak jamaah untuk memanjatkan
puji syukur kepada Allah SWT serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia
juga mengajak jamaah membaca Surat Al-Fatihah yang dihadiahkan kepada
Rasulullah SAW, keluarga dan sahabat beliau, serta para ulama dan guru yang
telah mewariskan ilmu agama.
Kajian
kali ini memasuki pembahasan bab Fadlu Qadha’i Hawaijil Muslimin, yang
menjelaskan tentang keutamaan membantu dan memenuhi kebutuhan sesama muslim.
Ustadz
Rifki menjelaskan bahwa Islam mendorong umatnya untuk senantiasa melakukan
kebaikan sebagaimana firman Allah SWT yang memerintahkan manusia untuk berbuat
baik agar memperoleh keberuntungan.
Menurutnya,
keberuntungan dalam Islam diibaratkan seperti seorang petani yang menanam satu
benih tetapi mampu memanen hasil yang berlipat ganda.
“Begitu
juga dengan amal kebaikan. Seseorang mungkin beramal hanya beberapa waktu di
dunia, tetapi balasannya bisa dinikmati selamanya di akhirat,” jelasnya.
Ia
kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar
bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Karena itu, seorang
muslim tidak boleh menzalimi saudaranya dan tidak boleh membiarkannya berada
dalam kesusahan.
Dalam
hadis tersebut juga dijelaskan bahwa siapa saja yang membantu memenuhi
kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya. Demikian pula
orang yang menghilangkan kesusahan orang lain, maka Allah akan menghilangkan
kesusahannya pada hari kiamat.
Ustadz
Rifki mengingatkan bahwa dalam beramal, seseorang tidak seharusnya menuntut
balasan dari Allah. Menurutnya, seorang hamba sebaiknya tetap beramal dengan
penuh keikhlasan dan berharap kepada rahmat serta karunia Allah.
“Ketika
berbuat baik jangan sampai merasa berhak menuntut balasan dari Allah. Kita
beramal semata-mata karena ibadah dan berharap rahmat-Nya,” ujarnya.
Selain
itu, ia juga menekankan pentingnya menutup aib sesama muslim. Rasulullah SAW
bersabda bahwa siapa saja yang menutupi aib saudaranya di dunia, maka Allah
akan menutupi aibnya pada hari kiamat.
Dalam
kajian tersebut juga disampaikan bahwa membantu orang lain tidak harus dalam
bentuk materi, tetapi juga bisa dengan mempermudah urusan orang lain,
memberikan pertolongan, maupun menjadi perantara kebaikan.
“Orang
yang mempermudah urusan orang lain, maka Allah juga akan mempermudah
urusannya,” terang Ustadz Rifki.
Ia
juga menjelaskan bahwa menuntut ilmu merupakan salah satu jalan menuju surga.
Menurutnya, seseorang yang bersungguh-sungguh mencari ilmu agama akan
dimudahkan jalannya menuju kebaikan dan diharapkan meninggal dalam keadaan
husnul khatimah.
Ustadz
Rifki menambahkan bahwa majelis ilmu yang digelar di masjid memiliki keutamaan
besar. Dalam hadis disebutkan bahwa ketika sekelompok orang berkumpul di masjid
untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an, maka ketenangan akan turun kepada
mereka, rahmat Allah meliputi mereka, dan para malaikat menaungi majelis
tersebut.
Ia
juga menyoroti peran masjid pada masa Rasulullah SAW yang tidak hanya berfungsi
sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, diskusi, dan
pembinaan umat.
“Pada
masa Nabi, masjid menjadi pusat kehidupan umat. Di sana ada pendidikan,
musyawarah, bahkan penyelesaian persoalan masyarakat,” jelasnya.
Dalam
bagian akhir kajian, Ustadz Rifki juga menjelaskan pentingnya menjadi perantara
kebaikan atau syafaat hasanah, yaitu membantu orang lain memperoleh
kebaikan melalui perantaraan yang baik.
Selain
itu, Islam juga menganjurkan umatnya untuk mendamaikan orang yang berselisih.
Menurutnya, upaya mendamaikan konflik merupakan amal besar yang sangat
dianjurkan dalam ajaran Islam.
Kajian
ditutup dengan pesan agar umat Islam senantiasa menjaga persaudaraan, membantu
sesama, serta menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan
pendidikan umat.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi.
