Detail Berita

KH. Syukron Jazilan Tekankan Ikhlas Beribadah dan Persaudaraan

Bojonegoro - Ceramah Jumat yang digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro menghadirkan Dr. KH. Syukron Jazilan. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk memperdalam pemahaman tentang karunia Allah, pentingnya keikhlasan dalam beribadah, serta menjaga persaudaraan antarmanusia, Jum’at (6/3/2026).

Ceramah Jum'at

Bojonegoro - Ceramah Jumat yang digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro menghadirkan Dr. KH. Syukron Jazilan. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk memperdalam pemahaman tentang karunia Allah, pentingnya keikhlasan dalam beribadah, serta menjaga persaudaraan antarmanusia, Jum’at (6/3/2026).

Dalam pembukaan ceramah, KH. Syukron Jazilan mengajak para jamaah untuk bersyukur karena kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat. Beliau berharap kehadiran para jamaah membawa keberkahan bagi diri sendiri dan keluarga.

“Pertama kita bersyukur kepada Allah. Setahun yang lalu kita menjalani Ramadan, dan sekarang kita dipertemukan lagi dengan Ramadan dalam keadaan sehat. Semoga semua yang hadir bersama anak cucunya mendapatkan keberkahan,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa kenikmatan sejati tidak berada di dunia, melainkan di surga. Mengutip ayat Al-Qur’an tentang penghuni surga, beliau menyampaikan bahwa di surga tidak ada rasa lelah, capek, maupun jenuh.

Menurutnya, kenikmatan di dunia hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan nikmat yang Allah sediakan. Beliau mengibaratkan jika nikmat itu berjumlah 100 bagian, maka hanya satu bagian yang diberikan kepada manusia di dunia, sementara sisanya disimpan untuk kehidupan di surga.

“Se-enak-enaknya hidup di dunia tetap tidak sempurna. Karena kenikmatan yang sempurna itu nanti di surga,” jelasnya.

KH. Syukron Jazilan juga menegaskan bahwa manusia tidak masuk surga semata-mata karena amal ibadahnya. Menurutnya, salat, puasa, zakat, maupun ibadah lainnya tidak sebanding dengan nikmat yang telah diberikan Allah kepada manusia.

“Orang masuk surga bukan karena salatnya, bukan karena puasanya, bukan karena hajinya, tetapi karena rahmat dan karunia Allah,” tuturnya.

Meski demikian, beliau menekankan bahwa ibadah tetap harus dilakukan dengan penuh keikhlasan untuk mencari ridha Allah. Beliau mengutip doa yang sering diajarkan para ulama: Allahumma inna nas’aluka ridhoka wal jannah (Ya Allah, kami memohon ridha-Mu dan surga-Mu).

Dalam bagian lain ceramahnya, KH. Syukron Jazilan mengutip sabda Nabi Muhammad ? bahwa iman terdiri dari dua bagian: sabar dan syukur.

Beliau mengajak jamaah untuk bersabar dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, termasuk dalam rumah tangga dan pekerjaan. Selain itu, beliau juga mengingatkan agar umat Islam senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.

“Bensin naik ya Alhamdulillah, hujan turun ya Alhamdulillah, sehat juga Alhamdulillah. Allah senang melihat hamba-Nya yang bersyukur,” katanya.

Di akhir ceramahnya, KH. Syukron Jazilan menyinggung pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Beliau mengingatkan bahwa di surga tidak ada rasa iri, dengki, maupun permusuhan.

Beliau juga menyinggung konsep persaudaraan yang dikenal dalam lingkungan Nahdlatul Ulama, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

Sebagai contoh, beliau menyebut sosok Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dikenal luas karena sikapnya yang menghargai kemanusiaan dan mampu merangkul berbagai kelompok masyarakat.

“Kalau ingin hidup tenang, jangan punya musuh. Anggap semua orang sebagai saudara,” pesannya kepada jamaah.

Ceramah kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah diberi keberkahan, ketenangan hidup, serta mendapatkan ridha Allah SWT.