Masjid Agung Darussalam Dinilai Layak Ikut Masjid Award 2025
BOJONEGORO, Tim Visitasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur menilai Masjid Agung Darussalam Bojonegoro memenuhi kriteria kelayakan untuk mengikuti ajang Masjid Award 2025. Penilaian itu disampaikan dalam kunjungan resmi yang dilakukan pada Sabtu (11/10/2025) di kompleks Masjid Agung Darussalam, Bojonegoro.
BOJONEGORO, Tim Visitasi
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur menilai Masjid Agung
Darussalam Bojonegoro memenuhi kriteria kelayakan untuk mengikuti ajang Masjid
Award 2025. Penilaian itu disampaikan dalam kunjungan resmi yang dilakukan pada
Sabtu (11/10/2025) di kompleks Masjid Agung Darussalam, Bojonegoro.
Kunjungan tim DMI Jawa
Timur tersebut beranggotakan A. Zainul Lutfi, Imam Bashori, dan M. Rizqi
Ferdiansah dan didampingi oleh Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro H. Hanafi, MM
serta Ketua DMI Kecamatan Bojonegoro yang juga Wakil Sekretaris Takmir Masjid
Agung Darussalam, Ali Indarto, S.Pd.
Sementara itu, dari pihak
Takmir Masjid Agung Darussalam Bojonegoro diwakili oleh H. Djanardi selaku
Wakil Bendahara dan H. A. Thohir Wasito selaku Ketua Bidang Perlengkapan Masjid
Agung Darussalam Bojonegoro.
Dari visitasi tersebut, A.
Zainul Lutfi menilai bahwa Masjid Agung Darussalam telah lengkap secara
administrasi dan kelembagaan, dua aspek utama dalam penilaian Masjid Award dan
sudah layak untuk mengikuti ajang Masjid Award 2025. Hanya saja ada beberapa sarana
dan instrument penilaian yang perlu ditambah dan dilengkapi. Seperti halnya
penambahan ruang konsultasi keluarga, penyediaan rak sandal jamaah, serta
pembentukan Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang bersertifikat.
Sementara itu, persoalan menara
masjid yang sempat terbakar dinyatakan tidak berpengaruh terhadap kelayakan
Masjid Agung Darussalam untuk mengikuti ajang tersebut.
“Yang dinilai adalah
kesiapan administrasi, program, dan fungsi sosial masjid,” ujar Lutfi.
Meski demikian, perwakilan
pengurus Takmir Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, H. A. Thohir Wasito menyampaikan
pihaknya tidak ingin memaksakan diri untuk mengikuti ajang tersebut. Sebab,
melihat instrument penilaian yang telah ditentukan, ia bersama pengurus lain
menganggap masih banyak hal yang harus disiapkan sejak dini dan tidak bisa
diselesaikan dalam waktu yang singkat. Sehingga, dengan berat hati Masjid Agung
Darussalam Bojonegoro pada tahun ini belum dapat mengikuti ajang tersebut.
“Tahun ini kami tidak ingin
memaksakan diri mengikuti ajang tersebut. Insya Allah tahun depan bolehlah kita
mengikuti mengikuti ajang tersebut dan mulai mempersiapkan segala sesuatunya sejak
dini”, pungkasnya.
