Detail Berita

Menara Masjid Agung Darussalam Dibongkar, Proses Aman dan Tidak Ganggu Ibadah

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro saat ini tengah melaksanakan proses pembongkaran menara masjid yang terdampak kebakaran satu tahun lalu. Pembongkaran dilakukan dengan pengamanan ketat serta menggunakan alat berat berupa truck mounted crane (TMC), mengingat tinggi menara mencapai sekitar 30 meter, Rabu, (18/2/2026).

Umum

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro saat ini tengah melaksanakan proses pembongkaran menara masjid yang terdampak kebakaran satu tahun lalu. Pembongkaran dilakukan dengan pengamanan ketat serta menggunakan alat berat berupa truck mounted crane (TMC), mengingat tinggi menara mencapai sekitar 30 meter, Rabu, (18/2/2026).

Proses ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa kebakaran pada 19 Februari 2025 yang disebabkan korsleting listrik dan menghanguskan menara masjid. Setelah melalui berbagai pertimbangan teknis dan perencanaan matang, pembongkaran resmi dimulai pada 16 Februari 2026 dan ditargetkan selesai pada 19 Februari 2026.

Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, pihak masjid telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres terkait penutupan sementara akses Jalan Hasyim Asy’ari di depan masjid. Penutupan dilakukan secara terbatas dan situasional demi menjaga keselamatan jamaah, pengguna jalan, serta para petugas di lapangan.

Di lokasi, kendaraan crane ditempatkan di sisi jalan dengan posisi menghadap ke utara. Lengan hidroliknya menjulang hingga ke pucuk menara untuk membantu proses pemotongan secara bertahap. Menara terlebih dahulu dibungkus jaring pengaman berwarna biru guna mencegah material pembongkaran jatuh dan mengganggu area sekitar. Perancah (scaffolding) juga dipasang bertingkat mengelilingi struktur menara untuk menopang teknisi saat bekerja di ketinggian.

Pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan metode pemotongan sedikit demi sedikit pada bagian besi dan beton agar tetap aman dan terkendali. Seluruh teknisi dan petugas bekerja sesuai standar keselamatan kerja konstruksi.

Kendaraan crane yang digunakan didatangkan dari Surabaya dan memiliki kemampuan angkat antara 10 hingga 50 ton dengan sistem hidrolik modern. Kehadiran alat berat ini menjadi perhatian masyarakat, namun proses pekerjaan tetap berjalan tertib dengan pengawasan petugas lalu lintas.

“Alhamdulillah, proses pembongkaran ini mendapat dukungan melalui program corporate social responsibility (CSR) dari PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), salah satu BUMD Pemkab Bojonegoro. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara pengurus masjid, pemerintah daerah, dan mitra terkait dalam menjaga serta membangun fasilitas ibadah yang lebih baik”, kata H. Lugito, Ketua Yayayasan Masjid Agung Darussalam Bojonegoro.

Meski dilakukan pada siang hari, pembongkaran dipastikan tidak mengganggu aktivitas ibadah. Pekerjaan dilaksanakan mulai pagi hingga sore hari sehingga tetap kondusif bagi jamaah, khususnya menjelang pelaksanaan Shalat Tarawih di bulan Ramadan.

Sejumlah pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar area masjid untuk sementara waktu melakukan penyesuaian lokasi demi kelancaran pekerjaan. Pihak masjid menyampaikan apresiasi atas pengertian dan dukungan seluruh pihak, termasuk warga sekitar dan para jamaah.

Setelah proses pembongkaran selesai, pembangunan menara baru direncanakan akan dilaksanakan usai Hari Raya Idul Fitri mendatang. Pembangunan ini juga akan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui dinas terkait.

“Semoga seluruh rangkaian proses berjalan lancar, aman, dan membawa kebaikan bagi kemakmuran Masjid Agung Darussalam serta seluruh jamaahnya”, pungkas H. Lugito.