Detail Berita

Mengungkap Teknologi Raksasa Zulkarnain: Dari Potongan Besi hingga Penghalang Ya’juj Ma’juj

Bojonegoro — Kajian tafsir Al-Qur’an kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Dalam kesempatan Subuh tersebut, KH. Ahmad Maimun Syafi’i menyampaikan penjelasan mendalam mengenai Surat Al-Kahfi ayat 96 yang mengisahkan pembangunan dinding penghalang untuk menahan Ya’juj dan Ma’juj oleh Zulkarnain, Sabtu (25/10/2025).

Kuliah Shubuh

Bojonegoro — Kajian tafsir Al-Qur’an kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Dalam kesempatan Subuh tersebut, KH. Ahmad Maimun Syafi’i menyampaikan penjelasan mendalam mengenai Surat Al-Kahfi ayat 96 yang mengisahkan pembangunan dinding penghalang untuk menahan Ya’juj dan Ma’juj oleh Zulkarnain, Sabtu (25/10/2025).

Di hadapan jamaah, Mbah Mun menguraikan proses pembangunan dinding tersebut yang dalam riwayat digambarkan sebagai konstruksi raksasa. Material penyusunnya berupa potongan besi besar yang dipanaskan hingga memerah, kemudian dituangkan tembaga cair untuk memperkuat bangunan itu. Mbah Mun menggambarkan betapa besar proyek tersebut sehingga mampu menutup celah antara dua gunung.

Beliau menyebutkan, pembangunan tembok itu dikerjakan melalui tahapan teknik yang mirip dengan konstruksi modern: penyusunan pondasi batu dan logam, penggunaan alat pemompa udara untuk melebur besi, hingga proses pencetakan dan pengecoran material agar menjadi kokoh. Semua itu menjadi bukti kekuasaan Allah yang menghadirkan pertolongan melalui sosok Zulkarnain.

Dalam ceramahnya, Mbah Mun turut mengaitkan kisah tersebut dengan berbagai contoh bangunan besar yang dikenal masyarakat saat ini, seperti candi ataupun menara masjid yang membutuhkan kekuatan struktur dan teknologi pengerjaan yang rumit.

“Ini menjadi tanda kebesaran Allah yang memberikan kemampuan luar biasa kepada hamba-hamba pilihan-Nya,” ujarnya kepada jamaah.

Kajian kemudian ditutup dengan ajakan untuk mengambil pelajaran dari kekuasaan Allah yang tergambar dalam kisah Al-Qur’an. Jamaah diminta memperkuat keimanan serta mengambil hikmah dari upaya Zulkarnain melindungi manusia dari kerusakan dan kezaliman.

Selanjutnya, kajian diakhiri dengan doa bersama, seraya berharap agar Allah memberikan ilmu yang bermanfaat dan petunjuk bagi seluruh jamaah.