Pentingnya Ilmu Dalam Ibadah
Bojonegoro — KH. Abdul Aziz Ahmad dalam Kajian Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro menekankan pentingnya menjaga keimanan hingga akhir hayat serta urgensi mengamalkan ilmu dalam kehidupan beragama, Selasa (27/10/2025).
Bojonegoro
— KH. Abdul Aziz Ahmad dalam Kajian Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro
menekankan pentingnya menjaga keimanan
hingga akhir hayat serta urgensi mengamalkan ilmu dalam kehidupan beragama,
Selasa (27/10/2025).
Beliau mengingatkan bahwa nikmat
terbesar yang harus disyukuri umat Islam ialah nikmat sehat, iman, dan Islam.
Menurutnya, setiap muslim harus berupaya mempertahankan keimanan hingga
menghembuskan napas terakhir dengan mengucapkan kalimat la ilaha
illallah agar memperoleh ridha Allah SWT.
KH. Abdul Aziz Ahmad menjelaskan
bahwa Allah memerintahkan umat-Nya untuk bertakwa secara sungguh-sungguh. Meski
begitu, tingkat ketakwaan seseorang dapat berbeda-beda. Ada ketakwaan yang naik
turun, ada ketakwaan orang awam, dan ada pula ketakwaan para ulama yang jauh
lebih tinggi karena didasari ilmu yang kuat.
“Ilmu itu cahaya. Jika seseorang
tak memiliki ilmu, ia akan sulit menempuh jalan menuju Allah,” ujarnya sembari
mengutip kisah Imam Syafi’i yang pernah mengadu kepada gurunya tentang sulitnya
menghafal. Sang guru kemudian menasihati agar menjauhi maksiat karena maksiat
menutupi cahaya ilmu di dalam hati.
Dalam ceramahnya, Beliau juga
menekankan bahwa ulama memiliki kedudukan mulia karena mempraktikkan ilmu
mereka. Hal itulah yang menurutnya membuat keberadaan mereka dihormati bahkan
oleh alam dan makhluk lainnya. Beliau mencontohkan kisah para ulama dan sahabat
yang memiliki kewibawaan tinggi hingga binatang buas pun menjauh.
KH. Abdul Aziz Ahmad juga mengulas
praktik penghormatan kepada guru yang sudah menjadi tradisi umat Islam.
Penciuman tangan kepada kiai atau orang tua disebut sebagai simbol penghormatan
terhadap ilmu, yang diyakini membawa keberkahan.
Lebih lanjut Beliau mengingatkan
umat untuk senantiasa berdzikir agar tetap dalam jalan Islam sampai akhir hayat
dan menyinggung wasiat sahabat Muadz bin Jabal serta Umar bin Abdul Aziz yang
senantiasa menjaga lisan agar tetap basah dengan mengingat Allah.
“Berpegang pada iman dan dzikir
menjadi cara untuk meraih husnul khotimah,” tuturnya.
Kajian kemudian ditutup dengan doa
bersama agar seluruh jamaah diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam beriman,
memperbanyak dzikir, dan dijauhkan dari perbuatan maksiat. Jamaah pun
mengaminkan harapan agar kelak meninggal dalam keadaan membawa iman dan Islam.
“Semoga kita semua mendapatkan husnul khotimah. Amin ya Rabbal Alamin,” pungkasnya.
