Pentingnya Istiqamah dan Waspada Tipu Daya Setan
Bojonegoro, KH. Hilmi Al Jumadi dalam tausiyahnya setelah salat subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, mengajak para jamaah memperkuat iman sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk godaan yang dapat menjauhkan manusia dari jalan kebaikan. Beliau menekankan bahwa setan, sebagaimana disebut dalam surat Yasin, adalah musuh nyata yang tidak pernah berhenti menggoda manusia sejak masa Nabi Adam. “Setan sudah ada sebelum Nabi Adam diciptakan. Ketika tidak mau bersujud kepada
Bojonegoro,
KH. Hilmi Al Jumadi dalam tausiyahnya setelah salat subuh di Masjid
Agung Darussalam Bojonegoro, mengajak para jamaah memperkuat iman sekaligus
meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk godaan yang dapat menjauhkan
manusia dari jalan kebaikan. Beliau menekankan bahwa setan, sebagaimana disebut
dalam surat Yasin, adalah musuh nyata yang tidak pernah berhenti menggoda
manusia sejak masa Nabi Adam.
“Setan
sudah ada sebelum Nabi Adam diciptakan. Ketika tidak mau bersujud kepada Adam,
ia diusir dari surga. Sejak itu ia berjanji akan menyesatkan keturunan Adam sebanyak-banyaknya,”
ujar Kyai Hilmi di hadapan jamaah salat subuh, Ahad (2/11/2025).
Mengutip
ayat walaqad adhalla minkum jibillan katsîrâ, Kyai Hilmi menjelaskan
bahwa jumlah manusia yang tersesat oleh setan digambarkan “bergunung-gunung”
banyaknya. Menurutnya, hal itu menunjukkan betapa halus dan teratur cara setan
menggoda manusia.
“Setan
membuat manusia lalai, membiarkan mereka termenung, melamun, lalu perlahan
menjauh dari zikir, dari Al-Qur’an, dan dari ibadah,” katanya.
Meski
demikian, Beliau menegaskan bahwa godaan setan tidak akan pernah benar-benar
hilang. “Setan tidak mati. Ia hancur oleh bacaan Bismillahirrahmanirrahim, tapi
akan kembali menyatu dan terus menggoda.”
Tausiyah
tersebut juga menekankan pentingnya niat, zikir, dan pembiasaan ibadah,
termasuk i’tikaf, membaca Al-Qur’an, dan saling menguatkan dalam kegiatan
jamaah. “Dengan niat memuliakan rumah Allah dan silaturahmi di masjid, kita
mendapatkan banyak ganjaran,” ujarnya.
Kyai
Hilmi mengingatkan bahwa manusia tidak hanya digoda oleh setan, tetapi juga
oleh sesama manusia dan jin. Karena itu, menurutnya, umat harus selalu waspada
dan memperkuat akidah serta syariah.
Dalam
kesempatan itu, jamaah diajak mensyukuri lingkungan yang religius dan aktif
dalam kegiatan masjid. Namun, Beliau juga meminta umat untuk memperhatikan
keluarga, anak, dan cucu agar tidak menjadi sasaran empuk kelompok atau
pengaruh buruk yang melemahkan akidah.
“Banyak
orang yang tampak ‘biasa saja’ hari ini, tetapi Allah bisa membalikkan hati
mereka. Bisa jadi mereka jauh dari ibadah hari ini, namun esok mendapat hidayah
dan menjadi lebih baik dari kita,” jelasnya.
Selanjutnya,
Beliau juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia sangat pendek bila dibandingkan
dengan akhirat. “Satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Karena
itu, bekal kita sangat sedikit. Kita harus memanfaatkan sisa umur untuk
memperbanyak kebaikan, agar akhir hidup ditutup dengan husnul khotimah.”
Akhirnya, Beliau menutup tausiyah dengan doa agar seluruh jamaah diberikan keteguhan iman dan keselamatan dunia akhirat. “Semoga Allah memberi kita akhir yang baik dan menetapkan kita dalam iman hingga akhir hayat,” ujarnya sebelum memimpin doa bersama.
