Pentingnya Salat Khusyuk
Jamaah shalat Shubuh di Masjid Agung Darussalam kembali mengikuti kajian rutin usai pelaksanaan shalat berjamaah. Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Tsalis dengan tema pentingnya ilmu dan kekhusyukan dalam shalat., Senin (4/5/2026).
Jamaah
shalat Shubuh di Masjid Agung Darussalam
kembali mengikuti kajian rutin usai pelaksanaan shalat berjamaah. Pada
kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Tsalis dengan tema
pentingnya ilmu dan kekhusyukan dalam shalat., Senin (4/5/2026).
Dalam pembukaan tausiyahnya, Ustadz
Tsalis mengajak seluruh jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT karena masih
diberikan kesehatan, umur panjang, serta kesempatan menjalankan ibadah di
masjid. Ia menegaskan bahwa menghadiri majelis ilmu merupakan bagian dari
ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW
yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki
maupun perempuan. Menurutnya, ilmu menjadi dasar utama diterimanya ibadah
seseorang di sisi Allah SWT.
“Ilmu adalah inti dari ibadah.
Dengan ilmu, ibadah yang kita lakukan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT,”
ujar Ustadz Tsalis di hadapan jamaah.
Dalam kajian tersebut, Ustadz
Tsalis membahas hadits Rasulullah SAW tentang seorang laki-laki yang
diperintahkan mengulangi shalatnya karena dianggap belum sempurna. Dari hadits
itu, beliau menjelaskan pentingnya menyempurnakan wudhu, melaksanakan seluruh
rukun shalat, serta menjaga tumakninah dalam setiap gerakan salat.
Ia juga menguraikan rukun-rukun shalat
yang harus dipenuhi agar shalat menjadi sah dan sempurna, mulai dari niat,
berdiri bagi yang mampu, takbiratul ihram, rukuk, sujud, duduk di antara dua
sujud, tasyahud, hingga salam dan tertib. Menurutnya, banyak orang melaksanakan
salat, namun belum sepenuhnya memperhatikan kesempurnaan gerakan maupun
kekhusyukannya.
Selain itu, Ustadz Tsalis
menekankan bahwa shalat bukan sekadar gerakan lahiriah, tetapi juga membutuhkan
kekhusyukan hati. Ia menyampaikan hadits yang menerangkan bahwa Allah SWT
selalu menghadap kepada hamba-Nya ketika shalat selama hamba tersebut tidak
berpaling atau lalai dalam ibadahnya.
“Kalau ingin hidup tenang, nyaman,
dan diridhai Allah, maka belajarlah khusyuk dalam setiap salat,” tutur beliau.
Di akhir kajian, Ustadz Tsalis mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan melalui majelis ilmu. Kajian ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah diberikan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, hati yang khusyuk, dan husnul khatimah