Detail Berita

Pentingnya Zikir Usai Salat Fardu

Bojonegoro — Ustadz Tsalis Dhuha Ridwan dalam kuliah Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, mengajak para jamaah untuk kembali meneguhkan amalan zikir dan doa setelah salat fardu sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dan membahas rangkaian wirid yang diriwayatkan dalam berbagai hadis sahih, termasuk bacaan istighfar, tasbih, tahmid, takbir, hingga ayat kursi, Senin (3/11/2025).

Kuliah Shubuh

Bojonegoro — Ustadz Tsalis Dhuha Ridwan dalam kuliah Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, mengajak para jamaah untuk kembali meneguhkan amalan zikir dan doa setelah salat fardu sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dan membahas rangkaian wirid yang diriwayatkan dalam berbagai hadis sahih, termasuk bacaan istighfar, tasbih, tahmid, takbir, hingga ayat kursi, Senin (3/11/2025).

Ustadz Tsalis menyampaikan, Rasulullah SAW memulai wirid setelah salat dengan istighfar tiga kali, yang kemudian diikuti doa “Allahumma antas salam wa minkas salam”. Amalan ini, menurutnya, telah banyak dipraktikkan di masjid-masjid dan menjadi kebiasaan baik yang patut dijaga.

“Setiap selesai salat fardu, zikir-zikir ini menjadi wasilah bagi kita untuk memohon ampunan dan pertolongan Allah,” ujarnya.

Merujuk riwayat Abu Hurairah RA, Ustadz Tsalis menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan pembacaan tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, kemudian ditutup dengan kalimat tahlil. Amalan tersebut, katanya, bahkan mampu menghapus dosa-dosa kecil meski sebanyak ombak di lautan.

“Ini bentuk kasih sayang Rasulullah kepada umatnya. Setiap amalan kecil yang kita lakukan selalu dibalas dengan ganjaran besar,” tuturnya.

Selanjutnya, Ustadz Tsalis juga menyampaikan riwayat dari Abu Umamah RA tentang keutamaan membaca ayat kursi setiap selesai salat fardu, yang menjadi jaminan masuk surga bagi orang yang istiqomah melakukannya. Bahkan, pada beberapa riwayat lain dianjurkan pula membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setelah salat.

Dalam kajian tersebut, disampaikan pula hadis mengenai pesan khusus Rasulullah SAW kepada sahabat Mu’adz bin Jabal. Rasulullah menggenggam tangan Mu’adz seraya mengajarkan doa:

“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.” (YA Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan sebaik-baiknya.)

“Ini doa penting. Sampai-sampai Rasulullah memegang tangan Mu’adz saat menyampaikannya. Kita dianjurkan untuk tidak meninggalkannya,” jelasnya.

Di penghujung pengajian, Ustadz Tsalis membacakan hadis yang menjelaskan dua waktu mustajab untuk berdoa: di tengah malam dan setelah salat fardu. Menurutnya, dua waktu ini selayaknya dimanfaatkan untuk memohon kebaikan bagi diri, keluarga, dan umat.

“Tidak semua orang diberi nikmat untuk duduk beberapa menit setelah salat untuk berzikir. Jika kita masih mendapatkannya, maka itu harus disyukuri,” katanya.

Pengajian ditutup dengan doa bersama dan harapan agar jamaah diberikan kesehatan, umur panjang, serta keteguhan dalam beribadah.