Perbanyak Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
Bojonegoro – Kajian Shubuh yang digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Jum’at, 6 Maret 2026, menghadirkan Ustadz Nur Sholihin. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para jamaah untuk memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan.
Bojonegoro
– Kajian Shubuh yang digelar di Masjid Agung
Darussalam Bojonegoro pada Jum’at, 6 Maret
2026, menghadirkan Ustadz Nur Sholihin. Dalam
tausiyahnya, ia mengajak para jamaah untuk memperbanyak membaca dan mempelajari
Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan.
Dalam pembukaannya, Ustadz Nur Sholihin
mengajak para jamaah untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas berbagai
nikmat yang diberikan, mulai dari kesehatan, kesempatan beribadah, hingga
nikmat iman dan Islam.
“Alhamdulillah, kita masih diberi
kesempatan oleh Allah SWT untuk berkumpul, beribadah, dan menuntut ilmu. Nikmat
iman dan Islam ini adalah anugerah yang sangat besar,” ujarnya di hadapan
jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa waktu
menjelang shubuh merupakan waktu yang cukup berat bagi sebagian orang karena
rasa kantuk atau kebutuhan fisik lainnya. Namun, kehadiran jamaah di masjid
pada waktu tersebut menunjukkan bentuk kesungguhan dalam beribadah kepada
Allah.
Dalam kajiannya, Ustadz Nur
Sholihin menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW
yang bersifat abadi hingga akhir zaman. Menurutnya, Allah SWT sendiri menjamin
keaslian dan keberlangsungan Al-Qur’an.
“Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi
Muhammad SAW yang tetap terjaga sampai hari kiamat. Setiap huruf yang kita baca
dari Al-Qur’an mengandung pahala,” jelasnya.
Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW
yang menyebutkan bahwa salah satu ibadah paling utama adalah membaca Al-Qur’an.
Selain menjadi ibadah yang mulia, Al-Qur’an juga akan menjadi penolong bagi
umat manusia di hari kiamat.
“Bacalah Al-Qur’an, karena kelak ia
akan datang memberi syafaat kepada pembacanya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz
Nur Sholihin juga menjelaskan keutamaan beberapa bagian Al-Qur’an, seperti Surat Al-Fatihah dan ayat-ayat terakhir
dari Surat Al-Baqarah, yang dalam hadis disebut
sebagai dua cahaya istimewa yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, ia menegaskan bahwa
Al-Qur’an juga memiliki fungsi sebagai petunjuk dan penawar bagi orang-orang
yang beriman. Banyak ayat Al-Qur’an yang digunakan sebagai doa, terapi
spiritual, maupun sebagai pengobatan hati.
Ia kemudian mencontohkan
keteladanan para ulama besar, seperti Imam Syafi’i
dan Imam Malik, yang sangat mencintai
Al-Qur’an. Bahkan, Imam Syafi’i disebutkan mampu mengkhatamkan Al-Qur’an hingga
puluhan kali, terutama pada bulan Ramadhan.
Menutup kajiannya, Ustadz Nur
Sholihin mengajak jamaah untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari,
meskipun hanya beberapa ayat.
“Jangan sampai hari-hari kita berlalu tanpa membaca Al-Qur’an. Sedikit demi sedikit, tetapi istiqamah,” pesannya.