Detail Berita

Persiapan Diri Sambut Ramadhan

Bojonegoro, Jamaah shalat Subuh Masjid Agung Darussalam, Bojonegoro, mendapatkan pengingat penting tentang kesiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dalam kajian Subuh, Kamis (29/1/2026). Dalam tausiyahnya, Ustadz Hasan Nur menekankan bahwa Ramadhan adalah tamu agung yang hanya datang setahun sekali dan harus disambut dengan persiapan iman, mental, serta amal ibadah yang sungguh-sungguh.

Kuliah Shubuh

Bojonegoro, Jamaah shalat Subuh Masjid Agung Darussalam, Bojonegoro, mendapatkan pengingat penting tentang kesiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dalam kajian Subuh, Kamis (29/1/2026). Dalam tausiyahnya, Ustadz Hasan Nur menekankan bahwa Ramadhan adalah tamu agung yang hanya datang setahun sekali dan harus disambut dengan persiapan iman, mental, serta amal ibadah yang sungguh-sungguh.

Kajian diawali dengan ajakan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan untuk kembali berkumpul dalam ibadah berjamaah. Jamaah juga diajak memperbanyak doa agar seluruh amal ibadah diterima, dosa-dosa diampuni, serta diberikan kesempatan bertemu kembali dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan panjang umur.

Dalam Tausiyahnya, Ustadz Hasan mengingatkan jamaah tentang momentum Nisfu Sya’ban yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban. Momentum tersebut, menurutnya, merupakan waktu yang sakral dan sering kali terlewat karena kesibukan sehari-hari. Jamaah dianjurkan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah, di antaranya puasa sunnah serta membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali selepas Magrib, sebagaimana tradisi yang telah dijalankan para ulama dan salafus saleh.

“Tiga bacaan Yasin itu diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan, dijauhkan dari bala dan musibah, serta diberi rezeki halal dan iman yang kuat,” ujar Ustadz Hasan di hadapan jamaah.

Ia menambahkan, amalan tersebut bukan sekadar ritual, melainkan sarana memperkuat keimanan dan mempertebal kesiapan rohani menjelang Ramadhan. Jamaah diingatkan agar tidak memandang ringan amalan-amalan persiapan tersebut, karena Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan peluang pahala yang berlipat ganda.

Lebih lanjut, Ustadz Hasan menekankan pentingnya persiapan menyeluruh sebelum Ramadhan tiba. Menurutnya, Ramadhan tidak seharusnya datang tanpa kesiapan, baik dari sisi niat, semangat beribadah, maupun perubahan perilaku. Ia mengingatkan agar Ramadhan tidak diperlakukan seperti bulan-bulan biasa.

“Kalau ada tamu agung datang, tentu rumah dibersihkan dan disiapkan sebaik mungkin. Ramadhan jauh lebih agung daripada tamu mana pun, karena di dalamnya ada rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka,” katanya.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Hasan juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa siapa pun yang bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka. Kegembiraan itu, menurutnya, bukan sekadar simbolik seperti spanduk atau ucapan, melainkan diwujudkan dalam kesiapan ibadah dan perubahan sikap hidup.

Jamaah diajak memanfaatkan Ramadhan sebagai “ladang keuntungan spiritual”, karena setiap amal ibadah di bulan tersebut dilipatgandakan pahalanya. Membaca Al Quran, salat sunnah, sedekah, dan berbagai bentuk ibadah lainnya memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan di luar Ramadhan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Hasan juga mengutip penjelasan ulama besar Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki tentang lima keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan. Keistimewaan itu antara lain pandangan rahmat Allah sejak awal Ramadhan, doa malaikat yang senantiasa memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa, bau mulut orang berpuasa yang lebih harum di sisi Allah dibandingkan minyak kesturi, surga yang diperintahkan berhias untuk orang-orang beriman, serta ampunan Allah yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Kajian Subuh tersebut ditutup dengan doa agar seluruh jamaah diberi kekuatan, kesehatan, dan kesempatan untuk bertemu dan mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah terbaik, serta meraih keberkahan, rahmat, dan ampunan Allah SWT.