Takmir Masjid Agung Sidoarjo Belajar Kemandirian dari Masjid Agung Darussalam Bojonegoro
BOJONEGORO – Masjid Agung Darussalam Bojonegoro menerima kunjungan silaturahmi dan studi banding dari rombongan Takmir Masjid Agung Sidoarjo bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Rabu (8/10/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan mandiri yang diterapkan Masjid Agung Darussalam, yang dinilai berhasil mempertahankan kegiatan keagamaan tanpa dukungan dana operasional dari pemerintah daerah.
BOJONEGORO – Masjid Agung Darussalam Bojonegoro menerima
kunjungan silaturahmi dan studi banding dari rombongan Takmir Masjid Agung
Sidoarjo bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Rabu
(8/10/2025).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari sistem
pengelolaan mandiri yang diterapkan Masjid Agung Darussalam, yang dinilai
berhasil mempertahankan kegiatan keagamaan tanpa dukungan dana operasional dari
pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Agung Darussalam
Bojonegoro, KH. A. Maimun Syafi’i, menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima
kasih atas kehadiran rombongan dari Sidoarjo.
“Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan bagi kita semua.
Kami di Bojonegoro berusaha memakmurkan masjid dengan semangat kebersamaan
tanpa membedakan latar belakang ormas baik NU, Muhammadiyah, maupun yang lain,”
ujar Mbah Mun sapaan akrab KH. A. Maimun Safi’i.
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun pembangunan fisik masjid
dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Namun pengelolaan penuh, baik
kegiatan ubudiyah maupun perawatan masjid sepenuhnya diserahkan kepada takmir.
“Pemerintah membangun dengan merehab total bangunan fisik
masjid, tetapi pengelolaan kami jalankan secara mandiri.” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan dari Bagian Kesejahteraan Rakyat
(Kesra) Pemkab Sidoarjo, Moh. Hudori, S.Kom, M.Ikom, yang juga merupakan
pengurus Takmir Masjid Agung Sidoarjo, menyampaikan bahwa pihaknya ingin belajar
banyak dari sistem yang diterapkan di Bojonegoro.
“Selama ini, operasional Masjid Agung Sidoarjo ditanggung
oleh APBD. Namun kami ingin menelaah model kemandirian seperti di sini, agar
dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemkab dalam penyusunan kebijakan ke
depan,” ungkapnya.
Rombongan studi banding ini terdiri dari 12 orang pengurus,
termasuk di antaranya Bapak Sucipto, mantan Wakil Bupati Sidoarjo yang kini
menjabat sebagai Ketua Takmir Masjid Agung Sidoarjo.
Menurutnya, hasil kunjungan ke Bojonegoro ini akan
dituangkan dalam laporan resmi kepada Bupati Sidoarjo sebagai bahan pembanding
dengan pengelolaan di masjid besar lainnya seperti Al-Akbar Surabaya dan
Islamic Center Surabaya.
Dalam sesi pemaparan, Ketua Yayasan Masjid Agung Darussalam
Bojonegoro, H. Lugito Abdulkadir, SH., menjelaskan bahwa sejak dulu, seluruh
operasional masjid dijalankan secara mandiri tanpa dana APBD.
“Pembangunan fisik memang dibiayai Pemkab sekitar Rp24
miliar, tetapi setelah itu kami berdiri sendiri. Semua kebutuhan, mulai dari
gaji imam, muadzin, hingga petugas kebersihan, berasal dari infak jamaah dan
donatur,” terangnya.
Selain kegiatan ibadah, yayasan juga mengelola lembaga
pendidikan seperti PAUD, RAdan TPQ, serta media dakwah Radio Menara Darussalam.
Semua unit tersebut dikelola secara swadaya, bahkan sebagian aset tanah masjid
diperoleh melalui pembelian dengan sistem kredit bank.
“Tanah masjid ini adalah tanah wakaf, bukan milik
pemerintah. Sertifikatnya atas nama nazhir dan yayasan. Alhamdulillah sebagian
besar cicilan tanah tambahan hampir lunas,” jelas Lugito.
Masjid Agung Darussalam juga rutin mengadakan berbagai
kegiatan keagamaan dan sosial seperti Kuliah Subuh harian, kajian sore, program
Darussalam Mengaji, Majelis Yasin dan Sholawat, serta kerja sama sosial dengan BAZNAS
dan KBI Al-Mabrur.
Khusus di bulan Ramadan, kegiatan buka puasa dan takjil dibiayai oleh donatur
tetap dari kalangan pejabat dan masyarakat Bojonegoro.
Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk terus
mempererat hubungan silaturahmi antar-takmir masjid dan membuka ruang
kolaborasi dalam bidang dakwah dan manajemen kemasjidan.
“InsyaAllah, semangat memakmurkan rumah Allah ini akan terus
kami jaga bersama,” tutup KH. A. Maimun Syafi’i.
