Detail Berita

Tanda Kekuasaan Tuhan dan Surga Firdaus

Bojonegoro — Kajian tafsir Al-Qur’an yang digelar di Bojonegoro berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, KH. A. Maimun Syafi’i mengajak jamaah memperdalam pemahaman terhadap Surat Al-Kahfi ayat 106 sekaligus merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, Sabtu (20/12/2025).

Kuliah Shubuh

Bojonegoro — Kajian tafsir Al-Qur’an yang digelar di Bojonegoro berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, KH. A. Maimun Syafi’i mengajak jamaah memperdalam pemahaman terhadap Surat Al-Kahfi ayat 106 sekaligus merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, Sabtu (20/12/2025).

Kajian diawali dengan doa dan pembacaan ayat suci, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan makna ayat yang menyinggung balasan bagi orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah dan para rasul. Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa sikap mengingkari kebenaran serta meremehkan ajaran para nabi akan berujung pada siksa neraka.

“Ini adalah peringatan keras dari Allah. Siapa yang menolak ayat-ayat-Nya dan menghina para utusan-Nya, maka balasannya adalah Jahannam,” ujar Mbah Mun di hadapan jamaah.

Beliau menjelaskan, para rasul telah dikuatkan dengan mukjizat sebagai bukti kebenaran risalah. Mukjizat Nabi Musa, Nabi Isa, hingga Nabi Muhammad SAW dipaparkan sebagai contoh nyata kekuasaan Tuhan. Al-Qur’an sendiri disebut sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad yang tetap relevan hingga kini.

Selain membahas ayat qauliyah (firman Allah dalam Al-Qur’an), jamaah juga diajak merenungkan ayat kauniyah atau tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Peredaran matahari, hujan yang menghidupkan tanaman, hingga keharmonisan makhluk hidup dipandang sebagai bukti nyata kekuasaan Sang Pencipta.

“Semua yang kita lihat adalah pelajaran. Dari alam, kita belajar bahwa Allah Mahakuasa menciptakan dari yang tiada menjadi ada,” kata Mbah Mun.

Dalam lanjutan tafsir, Mbah Mun menyampaikan kabar gembira bagi orang-orang beriman dan beramal saleh. Mereka dijanjikan surga, khususnya Jannatul Firdaus, sebagai tempat tinggal terbaik dan kekal.

Mengutip hadis Nabi, ia menyebut surga memiliki seratus tingkatan, dengan Firdaus sebagai derajat tertinggi. Karena itu, umat Islam dianjurkan memohon surga Firdaus dalam setiap doa.

“Rasulullah mengajarkan, jika meminta surga, mintalah Firdaus. Itulah tempat paling mulia,” tuturnya.

Pengajian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan jamaah dapat semakin meningkatkan iman, memperbanyak amal saleh, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari.