Tiga Bekal Selamat di Akhir Zaman
Bojonegoro — Jamaah Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali mengikuti rangkaian ibadah Subuh berjamaah yang dilanjutkan wirid, zikir, dan pengajian, Rabu pagi. Dalam tausiyahnya, Ustadz Hasan Nur mengingatkan pentingnya menyiapkan bekal keselamatan menghadapi tantangan akhir zaman, Rabu (18/12/2025).
Bojonegoro
— Jamaah Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali mengikuti rangkaian ibadah
Subuh berjamaah yang dilanjutkan wirid, zikir, dan pengajian, Rabu pagi. Dalam
tausiyahnya, Ustadz Hasan Nur mengingatkan pentingnya menyiapkan bekal
keselamatan menghadapi tantangan akhir zaman, Rabu (18/12/2025).
Ia
menyebutkan, setidaknya ada tiga perkara yang kini semakin langka namun menjadi
kunci keselamatan, yakni harta yang halal, ilmu yang bermanfaat, dan
persaudaraan karena Allah.
“Dirham
yang halal, ilmu yang terus dipelajari, serta ukhuwah karena Allah. Tiga hal
ini yang akan menyelamatkan kita,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurut
Ustadz Hasan, berbagai musibah yang belakangan kerap terjadi, seperti banjir,
longsor, gempa, dan kebakaran tidak semata-mata peristiwa alam, melainkan juga
peringatan agar manusia kembali memperbaiki diri. Ia mengutip ayat Al-Qur’an
yang menyebut kerusakan di darat dan laut terjadi akibat ulah manusia.
Karena
itu, setiap musibah perlu disikapi dengan muhasabah atau introspeksi. “Bisa
jadi itu ujian keimanan, bisa juga teguran, bahkan peringatan atas kelalaian
kita,” katanya.
Dalam
menghadapi bencana, jamaah diminta mengedepankan kesabaran dan tawakal. Ia
mengingatkan pesan Al-Qur’an agar orang beriman bersabar seraya mengucapkan innalillahi
wa inna ilaihi raji’un, serta menyerahkan segala ketetapan kepada Allah.
“Tidak
ada yang menimpa kita kecuali atas ketetapan Allah. Dia pelindung kita,”
ujarnya.
Selain
itu, ia mengajak jamaah memanfaatkan momentum bulan Rajab sebagai bulan mulia
untuk memperbanyak ibadah. Amalan yang dianjurkan antara lain puasa sunah,
istighfar, taubat, dan doa, khususnya pada malam-malam utama.
Salah
satu amalan yang disarankan ialah membaca istighfar Allahummaghfirli
warhamni watub ‘alayya sebanyak 70 kali pada pagi dan sore hari.
Kajian
ditutup dengan doa bersama. Pengurus masjid berharap pengajian rutin ini dapat
memperkuat ketahanan spiritual jamaah sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk
hidup lebih saleh, peduli, dan bertanggung jawab di tengah berbagai ujian
zaman.
